Reply to comment

Mengenal J2EE 2

J2EE Server Communication

Pada gambar 1.2 dibawah ini menunjukkan berbagai macam element yang bisa berada pada client tier. Client berkomunikasi dengan J2EE server secara langsung ataupun terkadang melalui browser dengan JSP atau servlet yang berjalan di web tier.

Gambar 1-2 Server Communication

gambar 1-2
Untuk memilih apakah akan menggunakan thin browser base client ataukah thick application client kita harus memahami trade-offs antara menetapkan functionality pada client dan dekat dengan user (thick client) ataukah off-loading function tersebut dan meletakkan sebisa mungkin semuanya pada server (thin client), dan tentunya juga diperhatikan securitas serta kecepatan proses maupun jaringan dan infrastruktur lain.

Web Component

J2EE web component dan begitu juga servlets atau pages dibuat menggunakan JSP technology (JSP Pages). Servlet adalah classes pada Java programming yang secara dynamic memproses response dan meng- construct request. JSP adalah document berbasis text yang mampu mengeksekusi seperti halnya servlet namun mengijinkan pendekatan yang lebih natural untuk menciptakan static content.

Static HTML pages dan applets di bundled dengan web component selama proses assembly tetapi tidak tergantung pada web component yang ada pada spesifikasi J2EE. Server side utility classes bisa juga dibundled dengan web component dan seperti halnya HTML pages juga tidak tergantung pada web component.

Seperti yang terlihat pada gambar 1-3, web tier, client tier bisa terdapat JavaBeans component untuk memanage user input dan mengirim inputan tersebut ke pada enterprise bean pada business tier untuk diproses.

Gambar 1-3 Web Components dan J2EE Application
gambar 1-3

Business Applications


Sebuah business code, dimana logika untuk menyelesaikan proses atau untuk memenuhi keperluan dari sebuah Business seperti Bank, Retail atau finance di handled oleh enterprise beans yang berjalan pada business tier. Gambar 1-4 menggambarkan bagaimana enterprise bean memperoleh data dari client program, memprosesnya (jika perlu) dan mengirimkan ke enterprise information system untuk disimpan (dalam storage). Sebuah enterprise bean juga memperoleh data dari storage, memprosesnya (jika perlu) dan mengirimkan ke kembali ke client program.

Gambar 1-4 Business dan Enterprises Information System
gambar 1-4

Ada tiga jenis enterprise bean : session bean, entity bean, dan message-driven bean. Sebuah Session bean menggambarkan percakapan sementara dengan client. Jika client telah selesai executing, session bean dan data yang ada hilang. Contrast dengan entity bean menggambarkan penyimpanan data yang permanent dalam sebuah row pada table.jika client telah selesai atau jika server shut down, maka sebuah service yang mencatat underlying transaction masih menyimpan datanya.Message-Driven bean mengkombinasikan feature dari message bean dan JAVA Message Service (JMS) message listener, yang menjadikan business component untuk memperoleh JMS message asynchronously.

Enterprise Information System Tier


EIS menghandled EIS software dan juga terdapat didalamnya enterprise infrastructure systems seperti halnya enterprise resource planning (ERP), mainframe transaction processing, database system, dan turunan lainnya dari information system. Sebagai contoh untuk J2EE application mungkin saja memerlukan acces ke enterprise information system untuk connect pada database.

Reply

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>

More information about formatting options

CAPTCHA
Only to make sure that you are My Friend Human's
5 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.