Reply to comment
Mengenal J2EE 7
Apa itu XML
XML adalah text based markup language yang menjadi standart dari pertukaran data dalam web. Bersama HTML , kita mengidentifikasikannya dengan mengggunakan tags(<…>). Tapi tidak seperti HTML, XML tags lebih hanya pada mengidentifi data dari pada menampilkannya, contohnya pada HTML menampilkan data dengan bold menggunakan (<b>…</b>), sebuah XML tag akan seperti field pada program kita ia menampilkan label pada bagian data yang mengidentifikasikannya (<message>…</message>)
Berikut contoh
<message>
<to>you@yourAddress.com</to>
<from>me@myAddress.com</from>
<subject>XML Is Really Cool</subject>
<text>
How many ways is XML cool? Let me count the ways...
</text>
</message>
Tags pada contoh diatas menggambarkan pesan secara keseluruhan, tujuan pesan dan pengirim pesan, Subject, dan text pesan. Seperti dalam HTML, tag <to> harus memiliki tag penutup </to> dan tag <to> ada didalam scope <message>. Hal ini lah yang membuat XML bisa memiliki hierarchical data structure.
Tags and Attribute
Didalam tags bisa juga terdapat attribute – ini adalah informasi yang dimasukkan dalam tag dan merupakan bagian dari tags itu sendiri. Contoh berikut menunjukan sebuah email message structure yang menggunakan attribute untuk to, from, dan subject fields.
<message to="you@yourAddress.com" from="me@myAddress.com"
subject="XML Is Really Cool">
<text>
How many ways is XML cool? Let me count the ways...
</text>
</message>
Seperti halnya dalam HTML, nama attribute diikuti juga dengan tanda yang sama dan attribute value, beberapa attribute dipisahkan dengan spasi. Tidak seperti dalam HTML tanda “comma” dalam attribute jika terdapat akan memunculkan error.
Perbedaan besar antara XML dan HTML adalah bahwa XML harus dibuat dengan aturan yang tepat.
Catatan penting bahwa XML ini nested Tags (tags bersarang) jadi penggunaan <message>..<to>..</to>..</message> harus dan tidak bisa <message>..<to>..</message>..</to>
Comment in XML Files
XML comment sama dengan HTML comment
<message to="you@yourAddress.com" from="me@myAddress.com"
subject="XML Is Really Cool">
<!-- This is a comment -->
<text>
How many ways is XML cool? Let me count the ways...
</text>
</message>
XML Prolog
Memulai XML selalu dengan prolog yang berisi dengan deklarasi yang mengindentifikasikan bahwa document adalah XML
<?xml version="1.0"?>
Atau bisa juga
<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" standalone="yes"?>
XML deklarasi pada dasarnya sama dengan HTML Header , <html> kecuali penggunaan <?..?> dan terdiri dari attribute berikut :
• version : mengidentifikasikan versi yang digunakan oleh XML dan data yang digunakan. Ini tidak optional.
• Encoding : mengidentifikasikan character yang digunakan untuk menecode data . ISO-88591-1 adalah latin -1 .
• Standalone : menginformasikan apakah dukumen ini iya atau tidak menggunakan reference dari external entity atau external data type specification. Jika tidak ada reference external maka pilihannya adalah yes.
Sebuah prolog bisa terdapat informasi daripada sebuah entitas , Deklarasi pada dasarnya optional, namun sebaiknya ini digunakan pada saat membuat sebuah XML document.
Why is XML important
Ada beberapa alasan untuk hal ini , berikut penjelasannya :
Plain Text : kare XML tidak berformat binary, maka kita bisa mengeditnya dengan semua standart text editor maupun visual development environment. Sehingga ini menjadi mudah untuk melakukan debug pada program kita,dan ini menjadikan XML mudah untuk menyimpan data dalam jumlah kecil, namun sekarang XML sudah bisa untuk menyimpan data dalam sekala besar.
Data identification : XML memberikan informasi mengenai jenis data yang kita gunakan, bukan bagaimana menampilkannya. Karena markup tags mengidentifikasikan informasi dan memecah data menjadi beberapa bagian, sehingga email program bisa memprosesnya, sebuah search prohtam bisa mencari pesan dan kemana pesan dikirim, dan address book bisa mengambil informasi dari sisa pesan. Singkatnya karena setiap informasi dipecah menjadi beberapa bagian sehingga bisa diolah oleh applikasi yang berbeda beda dan dengan berbagai cara.
Stylability : jika masalah tampilan merupakan sesuatu yang penting maka standart StyleSheet XSL bisa digunakan untuk memberikan gambaran dari data. Sebagai contoh perhatikan contoh berikut :
<to>you@email.com</to>
Maka styleSheet bisa berisi :
1. Start baris baru .
2. Tampilkan “to” dengan huruf tebal dan tambahkan spasi
3. Tampilkan tujuan data
Maka hasil dari diatas sebagai berikut :
“to : you@email.com”
Tentu saja kita bisa membuatnya dengan HTML, namun kita tidak akan bisa melakukan extrasi pada data, search program dan laiinnya. Dan lebih penting lagi karena XML adalah stylesheet free maka kita bisa menggunakan berbagai macam applikasi untuk menampilkan data.
Inline Reusability
Salah satu yang sangat bagus dari XML adalah bahwa document XML bisa dibentuk dari beberapa entitas. Kita bisa melakukan hal ini melalui HTML namun hanya melakukan link ke document lain.
Linkability
Ini menjadikan bisa melakukan link dengan dua cara : Expanding link (dimana jika link di klik maka akan menampilkan hasilnya pada ducumen dibawahnya atau inline jadi dokumen tidak terpisah) dan cara yang sama dengan HTML dimana akan melink ke dokumen lain yang terpisah.
How Can We Use XML
Ada beberapa cara basic untuk menggunakan XML:
• Traditional data processing dimana XML mengencode data untuk diproses oleh program
• Document driven programming, diamna XML document adalah container yang membuat application dan interface dari component yang ada.
• Archiving- foundation untuk untuk document driven programming dimana component yang telah dimodifikasi disimpan (di archived) jadi ini bisa digunakan lagi di masa depan.
• Binding, dimana schema yang didefiniksikan dalam XML data structure digunakan agar secara otomatis mengenerate bagian dari applikasi yang akan digunakan untuk melakukan proses.
