- X-Windows
- JAVA Eclipse
- PART 1: Eclipse Installation
- PART 2 : Memulai Eclipse
- PART 3 : Understanding The Error
- PART 4 : Understanding The Error
- PART 5 : Making Method
- PART 6 : Practicing Debuging
- PART 7 : Building Project
- PART 8: Gui Programming On Java Using Eclipse
- PART 9 : Dasar Pemrogramman I Java
- PART 10 : Dasar Pemrogramman II Java
- PART 11 : Dasar Pemrogramman III Array di Java
- PART 12 : Object Oriented Pprogramming (OOP) Java
- Beberapa Istilah dalam pemrograman JAVA
- Mengenal J2EE 1
- Mengenal J2EE 2
- Mengenal J2EE 3
- Mengenal J2EE 4
- Mengenal J2EE 5
- Mengenal J2EE 6
- Mengenal J2EE 7
- VB.NET
- JAVA Eclipse
Mengenal J2EE 3
J2EE Container
Biasanya thin client multitiered applications susah untuk di coding karena thin client ini melibatkan banyak lapisan / tier dalam pengcodeannya untuk menangani transaksi, state management, multhitreading, resource pooling, dan pengcodean low level lainnya yang detail. Namun dengan berbasis component dan platform J2EE architecture yang independent membuat J2EE applications mudah untuk di coding karena bisnis logic bisa diassemble untuk dijadikan reusable components. Dan juga J2EE server menyediakan underlying service dalam bentuk sebuah container untuk setiap type component. Karena kita tidak perlu membuat service ini sendiri maka kita hanya perlu berkonsentrasi pada pengcodingan bisnis problem langsung.
Container service
Container adalah sebuah interface yang menghubungkan antara sebuah component dan low level platform specific functionality yang mendukung component tersebut. Sebelum sebuah web,enterprise bean, atau application client bisa dieksekusi, ini harus di assemble menjadi J2EE module dan di deploy kedalam container.
Proses assemble melibatkan setting khusus pada container untuk setiap component di dalam J2EE application dan untuk J2EE Application itu sendiri. setting Container meng customize underlying support yang disediakan oleh J2EE, termasuk juga service seperti security, transaction management, Java naming and Directory Interface (JNDI) lookup, remote connectivity. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :
• J2EE Security model memungkinkan kita untuk mengconfigure sebuah web component atau enterprise bean, sehingga system tersebut hanya bisa diakses oleh user yang mempunnyai wewenang.
• J2EE transaction model memungkinkan kita membuat dengan detail hubungan antar method yang membentuk sebuah single transaction sehingga semua method dalam satu transaction bisa diperlakukan seperti sebuah single unit.
• JNDI Lookup services menyediakan sebuah kesatuan interface untuk multiple naming dan directory service dalam enterprise sehingga application components bisa mengakses naming dan directory service.
• J2EE remote connectivity model mengatur low level communication antara client dan enterprise bean. Setelah sebuah enterprise bean tercipta , client bisa memasukan method kedalamnya seakan akan seperti berada pada virtual machine yang sama.
Karena J2EE architecture menyediakan fasilitas untuk menconfigurasikan service yang ada, application components yang ada didalam J2EE application yang sama bisa berperilaku berbeda tergantung pada dimana component ini dideploy . sebagai contoh sebuah enterprise bean bisa memiliki security setting yang mengijinkan level tertentu untuk mengaccess database dalam satu lingkungan production dan level lain pada database access didalam environment yang berbeda.
Container juga memanage nonconfigurable service seperti halnya enterprise bean dan life cycle, database connection resource pooling, data persistence dan access ke J2EE platform API. Meskipun data persistence adalah non configurable service, J2EE architecture mengijinkan kita untuk melakukan override container-managed persistence dengan memasukan code yang sesuai ke dalam enterprise bean implementation saat menginginkan control yang lebih dari default container-managed persistence yang disediakan. Sebagai contoh kita mungkin ingin men customize bean managed persistence kita sendiri untuk melakukan proses pencarian atau memanage pada database cache
Type Type Container
Proses Deployment install J2EE application component didalam J2EE container, digambarkan pada gambar 1-5 berikut :
Gambar 1-5 J2EE Server dan Container

J2EE Server
Bagian runtime pada J2EE Prod. Sebuah J2EE server menyediakan EJB dan web containers.
Enterprise Java Bean (EJB) container
Me manages execution pada enterprise beans untuk J2EE application. Enterprise beans dan containernya berjalan di J2EE server.
Web Container
Me manage execution pada JSP Page dan servlet component untuk J2EE component. Web component dan containernya berjalan di J2EE server.
Application client container
Me Manage execution pada application client component. Application client dan container nya berjalan di client.
Applet container
Me Manage execution pada applet. Terdiri dari web browser dan Java Plugin berjalan di client bersama sama.
Web Service Support
Web service adalah Web based enterprise applications yang menggunakan open XML bases standard dan transport protocol untuk bertukar data dengan clients. J2EE platform menyediakan XML API dan Tool yang diperlukan untuk mendesign dengan cepat, mengembangkan, mengetest, dan men deploy web service dan client yang fully interoperate dengan web service lain dan client yang berjalan pada JAVA ataupun non JAVA platform.
Untuk menulis web service dan client dengan J2EE XML API, yang harus kita lakukan adalah melewatkan parameter data ke dalam method yang dipanggil dan memproses data yang dikembalikan; atau untuk web service ber orientasi dokumen, kita mengirim document yang terdapat didalamnya data, back and forth .tidak diperlukan low level programming, karena penggunaan XML API dengan sendirinya melakukan pekerjaannnya dengan menterjemahkan data ke dan dari XML based data stream yang dikirimkan melalui Standarized XML bases transport protocol. Berikut penjelasannya.
Penerjemahan data menjadi standardized XML bases data stream ini adalah yang membuat penulisan web service dan client dengan menggunakan J2EE XML APIs fully interoperate. Dengan begini tidak diperlukan lagi pada data yang ditransport memerlukan didalamnya XML Tag karena data yang ditransport bisa berupa plain text, XML data, atau jenis binary data seperti video, maps, program files, Computer aided design(CAD) dan laiinya. Bagian berikutnya menjelaskan XML dan menjelaskan bagaimana bagian business bisa menggunakan XML tags dan schema untuk bertukar data.

Comments
Exam 220-601 Exam
respond this topic
Dengan JDeveloper, Oracle